CIKARANG PUSAT, KOTAKBERITA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada Juli hingga September 2026. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan guna mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriadi, mengatakan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat Bencana Kekeringan sebagai dasar penanganan apabila kondisi kekeringan semakin meluas.“SK Siaga Darurat Bencana Kekeringan sudah kami siapkan. Saat ini proses penandatanganannya masih menunggu terbitnya SK Siaga dari tingkat provinsi,” ujar Dody di Cikarang Pusat, Rabu (10/6/2026).

Menurut Dody, langkah kesiapsiagaan dilakukan sejak dini mengingat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung cukup panjang. Karena itu, upaya mitigasi dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat.

Selain menyiapkan regulasi, BPBD Kabupaten Bekasi juga telah mengerahkan sumber daya pendukung, baik personel maupun sarana prasarana. Sebanyak delapan unit armada tangki air disiagakan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat apabila terjadi krisis air di wilayah terdampak.“Kami sudah mempersiapkan personel dan armada. Water tank disiagakan dan kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” katanya.

Dody menjelaskan, pengalaman musim kemarau pada tahun 2024 menjadi bahan evaluasi penting dalam penyusunan langkah antisipasi tahun ini. Saat itu, dampak kekeringan tidak hanya dirasakan di wilayah selatan Kabupaten Bekasi, tetapi juga meluas hingga kawasan utara.“Sekitar 11 sampai 12 kecamatan terdampak kekeringan pada 2024. Wilayah utara juga mengalami kesulitan air bersih karena sejumlah sumber air mengalami peningkatan kadar garam akibat intrusi air laut,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat wilayah utara memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi saat musim kemarau. Menurunnya debit air sungai dan meningkatnya salinitas menyebabkan sebagian sumber air tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.Untuk mengurangi risiko tersebut, BPBD mengimbau masyarakat mulai melakukan penghematan penggunaan air serta menyiapkan sarana penampungan seperti toren atau tandon air di lingkungan masing-masing.

Selain itu, warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih diminta segera melaporkan kondisi tersebut melalui pemerintah desa maupun kecamatan agar bantuan distribusi air bersih dapat segera dilakukan.

BPBD Kabupaten Bekasi memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan kekeringan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran selama musim kemarau 2026 berlangsung.(tbl)