Firman Arief Sembada, S.STP., M.Si. Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi.
BEKASI, KOTAKBERITA.COM – Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi menargetkan Koridor 2 Bus Trans Wibawamukti mulai beroperasi pada Agustus 2027. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Angkutan Umum Firman Arif Sembada saat ditemui di kantornya pada Selasa (20/10/2026). Pengembangan layanan angkutan umum massal yang menghubungkan Stasiun Cikarang menuju kompleks Pemda Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat ini diharapkan menjadi alternatif transportasi masyarakat, khususnya bagi pekerja yang membutuhkan perjalanan lebih hemat dan tepat waktu.
Firman, mengatakan penerapan layanan tersebut akan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, penyediaan angkutan umum massal bertujuan memberikan pelayanan transportasi yang dapat diandalkan, sehingga masyarakat memiliki pilihan untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.“Standarisasinya sesuai dengan peraturan yang berlaku, yaitu menerapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam layanan tersebut. Jadi, yang kami terapkan adalah bagaimana masyarakat bisa terlayani dengan angkutan umum massal,” ujar Firman.
Ia menjelaskan, berdasarkan kajian yang dilakukan, salah satu kebutuhan utama masyarakat dalam menggunakan transportasi adalah ketepatan waktu, terutama bagi mereka yang setiap hari berangkat dan pulang kerja.Karena itu, kehadiran Bus Trans Wibawamukti diharapkan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan secara lebih efisien tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Firman mencontohkan, masyarakat yang bepergian ke Jakarta menggunakan sepeda motor dapat menghabiskan biaya sekitar Rp25.000 untuk perjalanan pulang-pergi. Sementara itu, dengan menggunakan angkutan umum massal, biaya perjalanan diperkirakan berkisar Rp15.000 hingga Rp17.000.“Tujuan ke depannya adalah mengurangi ketergantungan masyarakat dalam menggunakan kendaraan pribadi. Dari sisi biaya, menggunakan angkutan massal tentu bisa lebih murah dibandingkan kendaraan pribadi,” jelasnya.
Menurut Firman, peralihan masyarakat ke transportasi umum juga berpotensi memberikan dampak positif yang lebih luas. Selain membantu menekan pengeluaran perjalanan, peningkatan penggunaan angkutan massal diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, menekan risiko kecelakaan, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.
Ia berharap masyarakat nantinya dapat memanfaatkan layanan Bus Trans Wibawamukti sebagai salah satu pilihan transportasi untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Dengan target operasional Koridor 2 pada Agustus 2027, Dishub Kabupaten Bekasi diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum massal agar semakin nyaman, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Seperti diketahui untuk Koridor Satu Bus Trans Wibawamukti sudah beroperasi pada bulan desember 2024 dengan rute Terminal Cikarang menuju Jatimulya, Bekasi Timur, dengan 15 Bus operasional (Tbl)



