BEKASI, KOTAKBERITA.COM – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perikanan kembali menggencarkan program Strategi Intervensi Inklusif Aksi Peningkatan Konsumsi Ikan Melalui Budaya Gemar Makan Ikan (SIAP BUGARKAN). Kegiatan tersebut digelar di Kantor Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Selasa (20/10/2026), sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat dan mendukung percepatan penurunan angka stunting.

Kegiatan ini dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Yulia Legiana, Plt. Kepala Desa Karangasih, Kepala UPTD Puskesmas Cikarang, peserta program intervensi stunting, serta sejumlah siswa MAN 1 Bekasi.

Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Yulia Legiana, mengatakan program SIAP BUGARKAN merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.“Pada 2026, program ini dilaksanakan di tiga lokus, yakni Kecamatan Cikarang Utara, Bojongmangu, dan Kedungwaringin,” ujar Yulia.

Ia menjelaskan, bantuan ikan diberikan sebanyak enam kali dalam satu tahun di setiap lokus. Penerima bantuan ditetapkan secara berkelanjutan, yakni orang yang sama sejak awal hingga akhir program, sehingga perkembangan dan manfaat intervensi dapat dipantau secara lebih terukur.“Program ini kita laksanakan sebanyak enam kali dalam setahun. Kami akan terus melakukan pemantauan untuk melihat dampaknya terhadap masyarakat penerima manfaat,” jelasnya.

Menurut Yulia, penentuan sasaran program dilakukan berdasarkan data stunting di Kabupaten Bekasi dengan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan. Program ini menyasar masyarakat yang membutuhkan peningkatan asupan gizi, termasuk ibu hamil sebagai salah satu kelompok sasaran.

Selain memberikan bantuan ikan, Dinas Perikanan juga memberikan edukasi mengenai manfaat konsumsi ikan bagi kesehatan serta cara mengolah ikan secara baik dan benar “alhamdulilah ya dari 70 orang yang terkena stunting gizi buruk, sekarnag tinggal 50 orang” ungngkap Yulia

Yulia menegaskan, peningkatan konsumsi ikan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga harus dibarengi dengan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang.“Selain faktor ekonomi, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman tentang manfaat ikan dan cara pengolahan yang baik. Karena itu, edukasi menjadi bagian penting agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memahami manfaat ikan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemantauan dilakukan pada setiap tahapan pemberian bantuan untuk mengetahui manfaat program, khususnya bagi masyarakat yang mengalami permasalahan gizi.

Penanganan stunting, lanjutnya, membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Berbagai program yang telah dijalankan pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan Tim Penggerak PKK perlu diperkuat dengan edukasi berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan gizi semakin meningkat.

Pelibatan pelajar tingkat SMA dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi mengenai pentingnya konsumsi ikan sejak usia remaja.

Melalui program SIAP BUGARKAN, Pemkab Bekasi berharap konsumsi ikan di tengah masyarakat semakin meningkat, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan protein keluarga, memperbaiki kualitas gizi masyarakat, serta mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Bekasi.(tbl)