CIKARANG SELATAN, Kotakberita.com — Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang meninjau progres pembangunan tanggul Sungai Cikadu serta peningkatan jalan lingkungan di Perumahan Bumi Cikarang Makmur, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Jumat (12/12/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Ade didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, serta Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Nurchaidir.

Bupati Ade Kuswara Kunang mengatakan, tinjauan lapangan merupakan agenda rutin pemerintah daerah untuk memantau langsung perkembangan pembangunan di lapangan.
“Tinjauan ini dilakukan untuk melihat progres pekerjaan sekaligus mengidentifikasi kekurangan yang masih perlu disempurnakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila masih terdapat kebutuhan lanjutan, hal tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan penganggaran pada tahun berikutnya.

Menurut Ade, penataan Sungai Cikadu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tampung air sekaligus memperkuat struktur penahan di kawasan permukiman. Upaya tersebut dilakukan melalui pendalaman, pelebaran alur sungai, serta pembangunan turap guna meminimalkan risiko banjir.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) agar seluruh program pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, melaporkan bahwa penyerapan anggaran kegiatan tersebut telah mencapai 84 persen dengan progres fisik sebesar 88 persen. Khusus penataan aliran Sungai Cikadu, progresnya telah melampaui 90 persen dan dinilai sesuai dengan perencanaan.

“Seluruh pekerjaan difokuskan pada optimalisasi fungsi aliran sungai agar lebih aman dan memberikan perlindungan maksimal bagi warga sekitar,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Nurchaidir, menyampaikan bahwa penataan jalan lingkungan di lokasi tinjauan sepanjang 175 meter. Secara keseluruhan, penataan jalan lingkungan yang dikerjakan Disperkimtan sepanjang 2025 mencapai 270 meter atau sekitar 2.500 meter persegi.

Ia menjelaskan, pekerjaan yang bersumber dari APBD murni telah rampung 100 persen, sedangkan kegiatan dari APBD Perubahan baru mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025.

Nurchaidir juga mengimbau para pengembang perumahan agar segera menyerahkan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) kepada pemerintah daerah, sehingga pemeliharaan dan pengelolaannya dapat dilakukan secara optimal demi kenyamanan masyarakat. (tbl)