Ilustrasi : Cara mengatasi apabila mengalami kebocoran gas

CIKARANG, KOTAKBERITA.COM — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kebocoran gas elpiji di dalam rumah, khususnya pada ruangan tertutup. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi ancaman serius karena berpotensi memicu kebakaran hingga ledakan.

Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, mengatakan kebocoran gas tidak boleh dianggap sepele. Gas yang keluar dari tabung atau perangkat pendukungnya dapat terakumulasi di dalam ruangan apabila sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik.

“Masyarakat diimbau untuk tidak menganggap sepele kebocoran gas di rumah. Gas yang bocor dan terakumulasi di dalam ruangan tertutup dapat berubah menjadi ancaman serius apabila terkena percikan api atau sumber pemantik lainnya,” kata Adeng di Cikarang.

Menurutnya, peristiwa yang selama ini kerap disebut sebagai tabung gas meledak sebenarnya lebih sering terjadi karena gas yang bocor memenuhi ruangan, kemudian bertemu dengan sumber pemantik.”Jadi bukan tabung gas yang meledak. Gas itu keluar akibat bocor dan ketika ada pemantik maka bisa memicu ledakan,” jelasnya.

Adeng juga menyampaikan belasungkawa atas insiden ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas elpiji untuk kebutuhan memasak keluarga di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, beberapa hari lalu yang menyebabkan korban jiwa.

Ia menekankan pentingnya memastikan rumah memiliki ventilasi yang memadai. Jendela, lubang ventilasi, maupun exhaust fan diperlukan agar sirkulasi udara tetap berjalan sehingga gas tidak mudah terakumulasi ketika terjadi kebocoran.

Selain itu, masyarakat diminta memahami langkah yang tepat ketika mencium bau gas. Warga dilarang menyalakan sakelar listrik atau peralatan elektronik, termasuk kipas angin, karena tindakan tersebut berpotensi menimbulkan percikan yang dapat menjadi sumber pemantik.”Ketika mencium bau gas, jangan langsung menyalakan listrik atau api. Ruangan juga harus memiliki akses udara dan akses penyelamatan yang memadai,” ujarnya.

Adeng juga mengingatkan pentingnya akses evakuasi di dalam rumah. Menurutnya, rumah sebaiknya tidak hanya memiliki satu akses keluar karena dapat menyulitkan penghuni menyelamatkan diri ketika terjadi keadaan darurat.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha pada Dinas Damkar Kabupaten Bekasi, Syam, mengatakan edukasi mengenai bahaya kebocoran gas terus dilakukan kepada masyarakat, terutama keluarga di lingkungan rumah tangga.”Edukasi ini terus kami sampaikan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebocoran gas. Prinsipnya, utamakan keselamatan, jangan panik dan hindari tindakan yang dapat menimbulkan percikan atau api,” kata Syam.

Ia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memeriksa kondisi tabung gas beserta regulator, selang, dan perangkat pendukung lainnya sebelum digunakan.

Menurut Syam, langkah pencegahan sederhana tersebut penting untuk meminimalkan risiko kebakaran maupun ledakan akibat kebocoran gas.”Jika masyarakat memahami penanganan kebocoran gas, mudah-mudahan dapat mendorong terciptanya lingkungan rumah tangga yang lebih aman, sekaligus menekan potensi terjadi kebakaran,” katanya. (red)