Kabupaten Bekasi, Kotakberita.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut memerlukan anggaran yang cukup besar, terutama jika ingin menjangkau seluruh peserta didik yang terdaftar. Berdasarkan pedoman kebijakan MBG, program ini menyasar seluruh siswa yang terdaftar di satuan pendidikan yang dibina oleh Kemendikdasmen Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 546.092 peserta didik yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang mencakup tingkat SPS/TPA, KB, TK, SKB, SD, dan SMP baik negeri maupun swasta.

“Sesuai dengan regulasi yang berlaku, setiap porsi makan bergizi untuk peserta didik membutuhkan anggaran sekitar Rp10.000. Dengan demikian, biaya harian yang diperlukan untuk mendukung program ini mencapai sekitar Rp5.460.920.000,” ungkap Imam Faturochman di Cikarang, Sabtu (10/2).

Program MBG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memberikan perhatian lebih terhadap gizi anak-anak Indonesia, terutama dalam mendukung pendidikan yang berkualitas. Berdasarkan pedoman, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyusun regulasi, program, serta melakukan supervisi, monitoring, dan evaluasi terkait pelaksanaan program ini.

Sementara itu, bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, mereka diharapkan untuk memberikan edukasi mengenai gizi serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di setiap satuan pendidikan dan memastikan pelayanan gizi sesuai dengan sasaran MBG.

Imam Faturochman menambahkan bahwa saat ini program MBG di Kabupaten Bekasi masih dalam tahap uji coba di Kecamatan Pebayuran. Pihaknya pun masih menunggu arahan lebih lanjut terkait pelaksanaan program ini secara menyeluruh.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, mengungkapkan bahwa sumber dana untuk mendukung program MBG ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia juga mengakui bahwa anggaran yang dibutuhkan akan cukup besar, terutama jika pelaksanaan program ini dilaksanakan secara menyeluruh.

“Anggarannya bisa mencapai lebih dari Rp1 triliun untuk mencukupi program MBG di Kabupaten Bekasi. Namun, kami sudah menerima informasi bahwa anggaran dari APBN ini akan dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional,” jelas Agus Budiono.

Meski demikian, Agus Budiono menambahkan bahwa informasi lebih rinci mengenai program ini masih belum bisa disampaikan, mengingat program ini masih dalam tahap uji coba. Ia juga menyampaikan bahwa program serupa telah diterapkan di negara-negara maju dan terbukti efektif dalam meningkatkan semangat belajar siswa.

“Program pemberian makanan bergizi ini diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih semangat dalam belajar dan menciptakan generasi yang cerdas,” tutup Agus.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mempersiapkan pelaksanaan program ini dan berencana untuk melakukan evaluasi mendalam guna memastikan manfaat bagi para peserta didik ke depannya. (Tbl)