Bekasi, Kotakberita.com — Ribuan pencari kerja memadati ajang Job Fair yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di Kawasan Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara, pada Selasa (27/05). Alih-alih menjadi solusi bagi masyarakat yang mencari pekerjaan, acara ini justru diwarnai kericuhan diduga akibat buruknya sistem pelaksanaan dan kurangnya pengamanan dan koordinasi

Pantauan di lokasi, kericuhan pecah saat ratusan pencari kerja berusaha menerobos masuk ke area Job Fair yang tak kunjung dibuka. Petugas keamanan terlihat kewalahan mengendalikan massa yang sudah mengantre sejak dini hari. Antrean panjang berubah menjadi desak-desakan hingga menyebabkan beberapa orang pingsan.

“Saya ke sini dari jam setengah tujuh pagi. Tapi katanya, jam lima subuh saja antrean sudah panjang,” ungkap Dani Wahyu (25), pencari kerja asal Cibitung, yang mengaku kecewa atas kondisi tersebut.

Diketahui, Job Fair ini diikuti oleh 64 perusahaan dengan total 217 lowongan kerja, dan kebutuhan tenaga kerja mencapai 2.517 orang. Lowongan yang ditawarkan mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari lulusan SMA/SMK sederajat, D3, S1, hingga untuk penyandang disabilitas.

Acara ini sejatinya digelar sebagai upaya Pemkab Bekasi membantu warganya mendapatkan pekerjaan. Namun, pelaksanaan yang dinilai tidak efektif serta pengamanan yang minim membuat insiden kericuhan tidak terhindarkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.(Tbl)