Insert Foto : Dayat Nurul Kepala Sekolah MTS Baiturrahman
BEKASI, KOTAKBERITA.COM – Madrasah Tsanawiyah (MTS) Baiturrahman yang berlokasi di Kampung Cihoe, RT 001/RW 005, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, menerima surat somasi terkait belum dikembalikannya dana talangan yang sebelumnya diberikan untuk membantu kebutuhan operasional sekolah.
Pemberi dana talangan, Mery SW, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan berdasarkan kesepakatan bahwa dana akan dikembalikan setelah Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahap I Tahun 2026 dicairkan. Sebagai bentuk jaminan, pihak sekolah menyerahkan buku tabungan rekening BOS Bank BJB.
“Dana talangan itu kami berikan karena ada janji pengembalian setelah dana BOS turun. Saat itu juga diberikan buku tabungan rekening BOS Bank BJB sebagai jaminan,” ujar Mery kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Menurut Mery, keputusan memberikan dana talangan juga didasarkan pada informasi yang disampaikan Kepala Sekolah MTS Baiturrahman, Dayat Nurul, bahwa permohonan bantuan tersebut diketahui oleh Ketua Yayasan, H. Aay Asy’ari.
“Pak Dayat menyampaikan kepada kami bahwa pemberian dana talangan ini diketahui oleh Ketua Yayasan, Pak Aay Asy’ari. Karena itu kami percaya dan akhirnya membantu,” katanya.
Namun, Mery mengaku terkejut setelah mengetahui Dana BOS Tahap I Tahun 2026 tidak masuk ke rekening Bank BJB yang sebelumnya dijadikan jaminan.
“Kami mempertanyakan mengapa dana BOS tidak masuk ke rekening yang dijaminkan kepada kami. Justru kami mendapat informasi dana tersebut masuk ke rekening lain. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar bagi kami,” ungkapnya.
Hingga saat ini, dana talangan yang diberikan belum juga dikembalikan. Mery menilai pihak sekolah belum merealisasikan pembayaran sebagaimana komitmen yang pernah disampaikan.
“Kami hanya meminta agar kewajiban itu diselesaikan sesuai janji. Sampai hari ini belum ada pengembalian dana sebagaimana yang telah disepakati,” tegasnya.
Merasa dirugikan, Mery mendatangi Polsek Cibarusah untuk berkonsultasi mengenai langkah hukum yang dapat ditempuh. Berdasarkan hasil konsultasi tersebut, ia diarahkan untuk terlebih dahulu menempuh jalur perdata melalui pengiriman surat somasi.
“Kami sudah berkonsultasi dengan Polsek Cibarusah dan disarankan untuk mengirimkan somasi terlebih dahulu. Kami akan menunggu itikad baik dari pihak sekolah hingga batas waktu yang telah ditentukan. Apabila somasi tidak diindahkan, kami akan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MTS Baiturrahman, Dayat Nurul, mengaku terkejut menerima surat somasi yang dilayangkan oleh Mery.
“Saya kaget menerima surat somasi yang diantarkan oleh Ibu Mery,” kata Dayat.
Ia menjelaskan bahwa dana talangan tersebut digunakan untuk membayar honor guru dan membiayai kebutuhan operasional sekolah yang saat itu mengalami keterbatasan anggaran.
“Dana talangan itu kami gunakan untuk pembayaran honor guru dan operasional sekolah karena kondisi keuangan saat itu sedang mengalami kendala,” jelasnya.
Dayat juga mengakui bahwa dana talangan tersebut hingga kini belum dapat dilunasi. Meski demikian, pihak sekolah berkomitmen untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
“Kami akan berupaya mencari solusi dan menyelesaikan kewajiban ini dengan pihak yang bersangkutan,” katanya.
Terpisah, upaya konfirmasi kepada Ketua Yayasan MTS Baiturrahman, H. Aay Asy’ari, masih terus dilakukan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, yang bersangkutan disebut berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bekasi.
Namun saat dilakukan penelusuran ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, petugas yang ditemui menyatakan tidak menemukan data ASN dengan nama tersebut.
“Setelah kami cek, tidak ada ASN bernama Aay Asy’ari di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bekasi,” ujar seorang petugas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yayasan belum memberikan keterangan resmi terkait somasi yang dilayangkan. Belum diketahui pula apakah instansi terkait akan melakukan pendalaman atau langkah administratif atas persoalan yang terjadi di lingkungan MTS Baiturrahman.
(Redaksi)







