BEKASI, Kotakberita.com — Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Bekasi masih memprihatinkan. Hingga tahun 2025, sepanjang 323,1 kilometer (km) atau sekitar 30 persen dari total panjang jalan kabupaten 1.077 km masih dalam kondisi rusak. Untuk menuntaskan seluruh perbaikan, dibutuhkan anggaran mencapai Rp4 triliun.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menjelaskan bahwa kerusakan jalan tersebar di 23 kecamatan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

“Sekitar 30 persen atau 323,1 km dalam kondisi rusak,” ujarnya.

Henri menyebut kebutuhan anggaran perbaikan yang sangat besar tidak dapat dipenuhi hanya dengan satu kali pembiayaan APBD. Dengan APBD 2025 sebesar Rp8,3 triliun, pemerintah daerah harus mengatur prioritas secara bertahap.

“Tahun ini anggaran hanya memungkinkan perbaikan sekitar 6 persen dari total panjang jalan yang rusak,” jelasnya.
Pada 2025, anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan jalan hanya sekitar Rp300 miliar.

Meski begitu, pihaknya memastikan berbagai upaya percepatan terus dilakukan, termasuk mengajukan bantuan ke pemerintah pusat maupun provinsi.

Henri menambahkan, 70 persen jalan yang sudah dalam kondisi baik dinilai hampir memenuhi standar kemantapan jalan nasional yang ditetapkan Kementerian PUPR, yaitu 80 persen. Namun, tingginya volume kendaraan, terutama dari sektor industri, turut menambah tekanan sehingga kualitas jalan harus selalu ditingkatkan.

“Tidak hanya dari segi kemantapan, tetapi juga panjang dan lebar jalan harus disesuaikan dengan beban kendaraan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Peran dunia usaha dan sinergi dengan pemerintah pusat maupun provinsi sangat diperlukan.

“Dengan APBD terbatas, kami tidak bisa menyelesaikan ini sendirian. Kami dorong dinas teknis mencari terobosan,” kata Ade.

Ia memastikan bahwa perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah pada tahun ini.
“Sekitar Rp300 miliar kami anggarkan untuk perbaikan jalan di beberapa titik. Ini demi mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi,” tandasnya.(tbl)