KABUPATEN BEKASI, KOTAKBERITA.COM – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menambah jumlah titik pengungsian korban banjir dari lima lokasi menjadi 15 lokasi per Jumat (23/1/2026).
Penambahan ini dilakukan untuk mengoptimalkan proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, menyusul hujan deras yang kembali mengguyur wilayah Bekasi selama satu hari penuh.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan hujan berintensitas tinggi tanpa henti sejak Rabu (21/1/2026) malam menyebabkan wilayah terdampak banjir kembali meluas, setelah sebelumnya sempat berangsur surut.
“Berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan, kami segera menambah jumlah titik pengungsian dan dapur umum agar kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi,” ujar Muchlis di Cikarang, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, 15 titik pengungsian tersebut tersebar di tujuh kecamatan dengan dampak banjir terparah, yakni Kecamatan Babelan, Cikarang Utara, Karangbahagia, Sukakarya, Sukawangi, Tambun Selatan, dan Tambun Utara. Rinciannya, Kecamatan Sukawangi memiliki empat titik pengungsian, Tambun Selatan tiga titik, Babelan, Cikarang Utara, dan Tambun Utara masing-masing dua titik, serta Karangbahagia dan Sukakarya masing-masing satu titik.
“Lokasi pengungsian memanfaatkan fasilitas publik, rumah ibadah, pondok pesantren, hingga rumah tokoh masyarakat,” jelasnya.
BPBD mencatat banjir kini meluas di 17 kecamatan dan 51 desa dengan total 30.649 kepala keluarga (KK) terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.412 KK terpaksa mengungsi. Tinggi muka air dilaporkan bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 130 sentimeter di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyampaikan bahwa fokus penanganan saat ini adalah evakuasi warga serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
“Sebanyak 2.412 KK telah kami evakuasi ke 15 titik pengungsian. Prioritas kami memastikan warga berada di tempat aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” ujarnya.
Dalam proses penanganan bencana, BPBD dibantu unsur TNI, Polri, PMI, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan kebencanaan. Bantuan logistik yang disalurkan meliputi makanan siap saji, air bersih, selimut, matras, dan kebutuhan darurat lainnya.
Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak signifikan terhadap sektor pertanian. BPBD mencatat sekitar 3.908,9 hektare lahan pertanian terendam banjir, yang berpotensi memengaruhi hasil panen dan pendapatan petani.
BPBD Kabupaten Bekasi terus melakukan pemantauan intensif mengingat potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat atau BPBD.
“Kami mengimbau warga untuk mengikuti informasi resmi dan tidak mengambil risiko, terutama di wilayah dengan genangan air yang masih cukup dalam,” pungkas Muchlis.
(Red)







