Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Syukron S.HI., M.Si
Kabupaten Bekasi, Kotakberita.com – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi tentang Penetapan Perda guru dan Perda ketertiban umum yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa 9/6/2026 kemarin terpaksa ditunda lantaran tidak memenuhi syarat kuorum kehadiran anggota dewan.
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Syukron, menjelaskan bahwa penundaan tersebut terjadi karena sejumlah anggota dewan berhalangan hadir dengan alasan kesehatan maupun sedang menunaikan ibadah haji.”Masih ada penyesuaian dan juga banyak anggota yang tidak hadir, ada yang kurang sehat. Secara regulasi memang harus ditunda,” ujar Ade Sukron saat dikonfirmasi pada Rabu 10/6/2026 di Gedung DPRD Kab Bekasi
Menurutnya, ketidakhadiran beberapa anggota bukan disebabkan faktor lain, melainkan karena alasan yang dapat dimaklumi. “Setelah dikonfirmasi, ada yang sakit dan ada juga yang sedang pergi haji. Sebetulnya tidak banyak,” katanya.
Ade menjelaskan, dalam forum paripurna tersebut hadir sebanyak 35 anggota DPRD. Namun jumlah tersebut masih kurang lima orang untuk memenuhi kuota minimal kehadiran yang dipersyaratkan agar rapat dapat dilaksanakan dan menghasilkan keputusan yang sah.”Dari forum itu kurang lima orang. Yang hadir 35 dewan dan masih kurang lima orang untuk memenuhi kuota,” jelasnya.
Penundaan rapat paripurna tersebut menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menilai para anggota dewan kurang peka terhadap pentingnya agenda paripurna yang berkaitan dengan pengesahan suatu keputusan Perda Menanggapi kritik tersebut, Ade menjelaskan bahwa sebelumnya sudah di klarifikasi ke para anggota dewan satu per satu namun ketidakhadiran anggota karena sakit dan beberapa faktor lainnya”Kalau orang sakit gimana, Mas?” ujarnya.
Selain itu, muncul pula sorotan masyarakat terkait anggaran makan dan minum (mamin) yang telah disiapkan untuk pelaksanaan rapat yang akhirnya batal digelar dimana pemerintah lagi menjalankan program efisiensi anggaran, Menjawab hal tersebut, Ade menyatakan pada pelaksanaan paripurna berikutnya tidak akan lagi disediakan konsumsi.”Untuk paripurna selanjutnya tidak ada lagi makan dan minum,” katanya.
Meski sempat tertunda, Ade memastikan agenda yang belum terlaksana tersebut akan segera dijadwalkan kembali untuk diparipurnakan dalam waktu dekat.”Insya Allah ini sekarang mau dirapatkan untuk segera diparipurnakan lagi,” tutupnya.(red)







