CIKARANG UTARA, KOTAKBERITA.COM – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bekasi menggelar Seminar Pendidikan bertema Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk Peningkatan Kualitas Proses Pembelajaran di Hotel Grand Zuri, Cikarang Utara, Selasa (10/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti pimpinan yayasan, kepala sekolah, dan guru, khususnya guru bidang teknologi informasi.


Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Nurkholis, mengatakan pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan kini menjadi kebutuhan yang mendesak. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi memberikan pengaruh besar terhadap pola dan proses pembelajaran di sekolah.
“Pendidikan harus adaptif dengan perkembangan zaman. Urgensi pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran memang sangat diperlukan, karena siswa kita saat ini, khususnya di jenjang SMP, sudah memiliki jejak digital masing-masing,” ujarnya.

Nurkholis menjelaskan, mayoritas siswa kelas VIII dan IX saat ini telah memiliki gawai pribadi. Tanpa pendampingan dan edukasi yang tepat, penggunaan teknologi dikhawatirkan justru berdampak negatif terhadap perkembangan peserta didik.
“Ketika anak-anak tidak dibekali pemahaman positif tentang penggunaan AI dan teknologi, gawai hanya akan digunakan untuk media sosial, bermain gim daring, atau sekadar hiburan,” katanya.


Menurutnya, pemanfaatan AI dapat diarahkan pada kegiatan yang lebih produktif, seperti desain grafis, pembuatan konten edukatif, hingga mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
Ia juga menekankan pentingnya literasi digital dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial. AI, kata dia, seharusnya dimanfaatkan sebagai referensi dan sarana pengembangan ide, bukan menggantikan kemampuan berpikir siswa.
“AI bisa digunakan sebagai referensi, bukan untuk menggantikan daya pikir. Anak tetap dituntut membaca, memahami, dan mengembangkan ide sendiri dengan pendampingan guru,” jelasnya.


Meski demikian, Nurkholis mengakui masih terdapat tantangan dalam pemerataan sumber daya manusia yang melek teknologi, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses. Karena itu, Dinas Pendidikan terus mendorong optimalisasi komunitas belajar guru sebagai wadah berbagi pengetahuan dan keterampilan.
“Kami dorong setiap sekolah memiliki guru yang memahami IT. Melalui komunitas belajar, guru-guru bisa saling berbagi dan mentransformasikan pengetahuan, termasuk pemanfaatan AI,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua BMPS Kabupaten Bekasi, KH Ahmad Syauqi, menyampaikan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari komitmen BMPS dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah swasta di Kabupaten Bekasi.
“BMPS bekerja sama dengan Diginusa menyelenggarakan seminar pendidikan terkait pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di Kabupaten Bekasi,” katanya.


Menurutnya, AI dan pembelajaran koding merupakan hal yang tidak bisa dihindari di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Bahkan, teknologi tersebut telah hadir dalam kehidupan sehari-hari anak melalui penggunaan gawai di rumah.
“AI dan pembelajaran koding adalah hal yang tidak bisa kita tinggalkan. Bahkan tanpa kita ajarkan di sekolah, AI sudah hadir di rumah melalui gadget yang digunakan anak-anak,” ungkapnya.


KH Ahmad Syauqi menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus dibarengi dengan nilai etika dan kemaslahatan. Teknologi, menurutnya, dapat memberikan manfaat besar apabila digunakan secara bijak, namun juga berpotensi menimbulkan dampak negatif jika disalahgunakan.
“AI bisa menjadi baik jika kita menggunakannya dengan baik, dan bisa menjadi buruk jika disalahgunakan. Karena itu, perlu arahan dan batasan agar pemanfaatannya benar-benar membawa maslahat,” tegasnya.


Ke depan, BMPS Kabupaten Bekasi berkomitmen membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna menghadirkan pelatihan lanjutan bagi guru dan siswa. Langkah tersebut diharapkan mampu menyelaraskan perkembangan teknologi dengan tujuan pendidikan.
“Kami berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Bekasi, khususnya sekolah swasta, terus meningkat dan mampu menyelaraskan perkembangan teknologi dengan nilai-nilai pendidikan,” pungkasnya.

(tbl)