Babelan, Kotakberita.com – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi akibat tingginya intensitas hujan sejak Selasa (28/01) terus mendapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Salah satu desa yang terdampak parah adalah Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, di mana sekitar 320 warga terpaksa mengungsi.

BPBD Kabupaten Bekasi telah mengerahkan personel dan bantuan logistik untuk membantu masyarakat terdampak. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menjelaskan bahwa tim telah melakukan evakuasi, asesmen, dan distribusi bantuan logistik sejak pagi hari. “Kami bersama Destana dan FPRB telah menyebar personel dengan mobil, perahu, dan pelampung ke tujuh kecamatan yang terdampak,” ungkap Dodi.

Distribusi logistik yang telah disalurkan antara lain air mineral, mie instan, dan paket sembako. Selain itu, kebutuhan mendesak lainnya seperti terpal, selimut, tikar, makanan siap saji, obat-obatan, serta perlengkapan untuk balita dan anak-anak juga telah disediakan.

Saat ini, ketinggian air di rumah warga di Desa Babelan Kota masih sekitar 50-80 cm. Selain Babelan, enam kecamatan lainnya yang juga terdampak banjir adalah Tarumajaya, Sukawangi, Sukatani, Tambelang, Sukakarya, dan Karangbahagia.

Banjir yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh hujan lokal, namun juga oleh kiriman air dari hulu sungai. Kali Bekasi, Kali Cikarang, dan Sungai Citarum mengalami peningkatan debit air yang turut memengaruhi beberapa wilayah Kabupaten Bekasi. BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai untuk selalu waspada terhadap potensi kenaikan debit air, terutama mengingat hujan deras di wilayah hulu yang bisa berpotensi menambah tinggi air secara tiba-tiba.

BPBD Kabupaten Bekasi terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, serta Baznas untuk memastikan bantuan yang disalurkan mencukupi kebutuhan masyarakat. Dodi juga mengingatkan bahwa meskipun beberapa titik banjir mulai surut, masyarakat harus tetap waspada karena potensi banjir susulan masih ada. (Tmbul)