CIKARANG, KOTAKBERITA.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi menggelar rapat konsolidasi pengamanan arus mudik Lebaran 2026 di kantor Dishub Kabupaten Bekasi pada Kamis (5/3/2026). Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari Polres Kabupaten Bekasi, penyelenggara jalan tol, pengelola kawasan, hingga Dinas terkait lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Agus Budiono, S.STP., M.Tr.I.P, menyampaikan bahwa rapat ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi lonjakan arus kendaraan saat mudik Lebaran. Menurutnya, para penyelenggara jalan tol, jalan nasional, maupun pengelola kawasan industri sepakat menyelesaikan berbagai permasalahan jalan agar jalur yang dilalui pemudik dalam kondisi aman dan layak.
“Semua pihak yang mengelola jalan, baik tol, nasional maupun di kawasan industri, berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan di lapangan agar jalur mudik dapat dilalui dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Agus menambahkan bahwa akan dilaksanakan Operasi Ketupat Jaya dengan mendirikan sejumlah pos pengamanan terpadu di beberapa titik strategis. Titik posko nantinya akan mengikuti lokasi pos yang ditentukan oleh pihak kepolisian.
Dishub Kabupaten Bekasi sendiri akan mendukung pengamanan arus mudik melalui pemasangan rambu lalu lintas, optimalisasi penerangan jalan umum (PJU), serta pengaturan alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL). Seluruh langkah tersebut akan dilakukan di bawah koordinasi Polres.

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan dengan melakukan penutupan sejumlah simpang guna mengurangi potensi kemacetan selama arus mudik.

Secara terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bekasi Kuncoro mengatakan pihaknya akan menutup sejumlah putaran jalan yang tidak berizin di sepanjang jalur mudik, mulai dari batas Kota Bekasi hingga perbatasan Kabupaten Karawang.
“Penutupan dilakukan untuk meminimalkan konflik lalu lintas di jalur utama. Namun untuk simpang di sekitar pusat perbelanjaan seperti SGC, penutupan akan dilakukan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelasnya.


Dishub juga menyiapkan sebanyak 70 personel untuk membantu pengamanan arus mudik. Para petugas tersebut akan ditempatkan di enam titik posko pengamanan, di antaranya Pos Gedung Juang, Pos Legenda, Pos SGC, Pos Kalijaya, dan Pos Kedungwaringin.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kabupaten Bekasi Deni Hendra menjelaskan, terdapat dua jalur utama arus mudik yang melintasi wilayah Kabupaten Bekasi, yakni jalur Kalimalang dan jalur Pantura.


Untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik, pihaknya memastikan penerangan jalan umum di kedua jalur tersebut akan berfungsi optimal. Perbaikan ditargetkan rampung paling lambat H-7 Lebaran.


“Kami menargetkan PJU menyala 100 persen sebelum H-7. Selain itu, perbaikan juga dilakukan pada lampu lalu lintas, marka jalan, serta fasilitas pendukung lainnya,” katanya.


Ia menambahkan, beberapa lampu lalu lintas juga akan diubah menjadi sistem flashing apabila terjadi penutupan jalan atau penerapan rekayasa lalu lintas selama arus mudik berlangsung.(tbl)