BEKASI, KOTAKBERITA.COM — Fajar Shodick menjadi salah satu bakal calon Kepala Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sumber Jaya 2026.

Putra asli Bekasi tersebut membawa gagasan perubahan dalam tata kelola pemerintahan desa dengan menitikberatkan pada transparansi, digitalisasi pelayanan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pembangunan yang partisipatif.

Fajar menilai, pemerintahan desa ke depan harus mampu berjalan lebih terbuka, profesional, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pembangunan desa tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menghadirkan pelayanan publik yang mudah, transparan, dan berpihak kepada warga.“Pemimpin harus hadir di tengah masyarakat, mendengar persoalan warga, mencatat aspirasi dan bersama-sama mencari solusi,” kata Fajar.

Fajar memiliki latar belakang pendidikan di bidang kesehatan. Ia menempuh pendidikan di SD Negeri Sumberjaya 05 pada 2000–2006, SMP Negeri 5 Tambun Selatan pada 2006–2009, SMA Negeri 4 Tambun Selatan pada 2009–2012, AKPER RSPAD Gatot Soebroto pada 2012–2015, serta Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 2017–2019.

Pengalaman kemasyarakatannya dimulai ketika dirinya aktif sebagai Pengurus Karang Taruna Desa Sumber Jaya pada 2015.

Fajar kemudian dipercaya menjadi Ketua RW 037 Desa Sumber Jaya periode 2020–2023. Pengalaman tersebut membuatnya berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus memahami berbagai persoalan yang dihadapi warga di tingkat lingkungan.

Sejak 2024 hingga saat ini, Fajar juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Al Fajar Berseri Nusantara.

Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Fajar dalam membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat. Dalam sejumlah pertemuan dan silaturahmi, berbagai persoalan warga turut menjadi bahan pembahasan, mulai dari banjir, infrastruktur lingkungan, pelayanan administrasi, ekonomi masyarakat, UMKM hingga kebutuhan sosial.

Salah satu gagasan utama yang ditawarkan Fajar adalah membangun pemerintahan desa yang lebih transparan dengan memanfaatkan teknologi.

Ia menggagas pengembangan website resmi desa sebagai sarana keterbukaan informasi publik. Melalui platform tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengakses informasi mengenai program kerja pemerintah desa, laporan keuangan, pembangunan, pengadaan barang dan jasa, hingga pelayanan administrasi.

Menurut Fajar, digitalisasi bukan sekadar menghadirkan teknologi, melainkan bagaimana teknologi tersebut mampu memberikan kemudahan kepada masyarakat.“Warga tidak seharusnya harus berulang kali datang ke kantor desa hanya untuk mendapatkan informasi atau mengurus kebutuhan administrasi tertentu. Kalau bisa dipermudah melalui sistem digital, tentu akan lebih efektif,” ujarnya.

UMKM dan BUMDes Jadi Penggerak EkonomiSelain tata kelola pemerintahan, pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu fokus Fajar.

Ia mendorong pelaku UMKM mendapatkan pelatihan, pendampingan, promosi serta akses pemasaran digital. Menurutnya, UMKM Desa Sumber Jaya harus diberi ruang untuk memperluas pasar, tidak hanya mengandalkan konsumen di lingkungan sekitar.

Penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga menjadi bagian dari gagasannya. BUMDes diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi sekaligus meningkatkan kemandirian desa.

Fajar bahkan memiliki target peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) secara bertahap, mulai dari Rp1 miliar pada tahun pertama hingga mencapai Rp15 miliar pada tahun kedelapan.Target tersebut, menurutnya, dapat ditempuh melalui optimalisasi potensi ekonomi desa, penguatan BUMDes, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan kemitraan ekonomi, termasuk dengan Koperasi Merah Putih.Target tersebut menjadi bagian dari visi jangka panjang yang tentunya membutuhkan perencanaan matang, pengelolaan profesional dan dukungan seluruh unsur masyarakat.

Pelayanan Publik Cepat dan ResponsifDengan latar belakang pendidikan kesehatan, Fajar juga memberikan perhatian terhadap pelayanan masyarakat dan kesehatan.Ia menawarkan konsep pelayanan desa yang cepat dan responsif, termasuk pelayanan 24 jam untuk kebutuhan yang bersifat mendesak.

Selain itu, ia mendorong peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan dan ketersediaan ambulans bagi warga yang membutuhkan.

Menurut Fajar, pemerintah desa juga harus memiliki data sosial masyarakat yang akurat. Data tersebut mencakup warga kurang mampu, anak putus sekolah, lanjut usia serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan pemerintah.

Pembaruan data secara berkala dinilai penting agar program bantuan sosial maupun pembangunan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan transparan.

Soroti Transparansi APBDesSebelum mengikuti kontestasi Pilkades 2026, Fajar juga tercatat sebagai salah satu warga yang melaporkan dan mengawal dugaan penyimpangan dalam pengelolaan APBDes Desa Sumber Jaya Tahun 2024 kepada aparat penegak hukum dan Inspektorat.Dalam pemberitaan sejumlah media pada 2025, Fajar bersama dua warga lainnya disebut memberikan keterangan dalam proses pemeriksaan terkait dugaan pengelolaan APBDes tersebut.

Fajar menempatkan persoalan tersebut sebagai bagian dari upayanya mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa.

Namun, setiap dugaan yang berkaitan dengan persoalan hukum tetap harus dihormati prosesnya dan diselesaikan berdasarkan mekanisme serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Fajar Shodick menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Kepala Desa Sumber Jaya pada Jumat, 31 Juli 2026.

Proses pendaftaran tersebut diantar keluarga, relawan, simpatisan, tokoh masyarakat dan warga.Sebelum berangkat mengikuti proses pendaftaran, Fajar bersama keluarga menggelar doa bersama serta memohon doa dan restu dari orang tua dan mertua.

Dalam kesempatan tersebut, ia berharap seluruh tahapan Pilkades Sumber Jaya dapat berlangsung aman, tertib, jujur dan damai.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga persatuan setelah proses demokrasi selesai.Menurutnya, siapa pun yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat harus dihormati dan didukung demi kemajuan Desa Sumber Jaya.

Delapan Gagasan UtamaSejumlah gagasan yang menjadi perhatian Fajar Shodick meliputi:1. Pemerintahan Desa Transparan — membuka informasi mengenai anggaran, program dan pembangunan desa serta memperkuat kontrol sosial masyarakat.

2. Digitalisasi Pelayanan Desa — mengembangkan website resmi desa untuk mempermudah akses informasi dan pelayanan administrasi.

3. UMKM Naik Kelas — memberikan pelatihan, pendampingan, promosi, pemasaran digital dan membuka akses pasar.

4. BUMDes untuk Kemandirian Desa — mengoptimalkan potensi ekonomi desa untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian masyarakat.

5. Penanganan Banjir dan Infrastruktur — memberikan perhatian terhadap persoalan banjir dan pemerataan pembangunan infrastruktur lingkungan.

6. Pelayanan Cepat dan Responsif — meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, termasuk respons terhadap kebutuhan mendesak.

7. Penguatan Fasilitas Kesehatan — mendorong peningkatan fasilitas kesehatan dan ketersediaan ambulans.

8. Data Sosial yang Akurat — melakukan validasi data warga kurang mampu, anak putus sekolah, lansia dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Pencalonan Fajar Shodick menawarkan salah satu pilihan gagasan mengenai arah pembangunan Desa Sumber Jaya ke depan.Bagi Fajar, Pilkades bukan sekadar persoalan memenangkan kontestasi, tetapi juga momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan desa yang mereka inginkan.

Ia menawarkan konsep pemerintahan desa yang lebih terbuka, digital, partisipatif dan berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat.

Dengan latar belakang sebagai warga Desa Sumber Jaya, pengalaman dalam organisasi kemasyarakatan serta gagasan mengenai transparansi, digitalisasi, UMKM, BUMDes dan pelayanan publik, Fajar menegaskan bahwa pembangunan desa harus dimulai dengan mendengar kebutuhan masyarakat.

Baginya, membangun Desa Sumber Jaya bukan hanya tentang pembangunan fisik dan infrastruktur. Lebih dari itu, pembangunan harus menghadirkan pemerintahan yang dipercaya masyarakat, pelayanan yang mudah diakses, serta ekonomi warga yang semakin mandiri dan berdaya.

Visi yang dibawanya adalah mewujudkan Desa Sumber Jaya yang mandiri, transparan, berkeadilan, aman, nyaman dan sejahtera melalui pemerintahan profesional, digitalisasi pelayanan, penguatan ekonomi masyarakat dan pembangunan yang partisipatif.Pada akhirnya, pilihan berada di tangan masyarakat Desa Sumber Jaya untuk menentukan pemimpin dan arah pembangunan desa pada Pilkades 2026. (tbl)